Antonio Rudiger: Frank Lampard Kalem, Tak Doyan Mengomel Seperti Antonio Conte!
Bek Chelsea, Antonio Rudiger (27 tahun), mencatat perbedaan manajemen pemain antara manajer Frank Lampard dengan pelatih The Blues terdahulu, Antonio Conte.
Lampard mampu mengantarkan Chelsea finis di empat besar dan menjadi finalis Piala FA pada musim pertamanya sebagai manajer di tengah hukuman larangan transfer pada musim panas lalu.
Sementara Conte melatih Chelsea pada periode 2016–2018. Ia membawa klub asal London Barat tersebut meraih gelar Liga Primer Inggris musim 2016/17 dan Piala FA musim 2017/18.
Adapun Rudiger didatangkan Chelsea dari AS Roma senilai £29 juta pada Juli 2017. Yang menarik, ia tampil reguler pada era Conte dan Maurizio Sarri, namun tidak pada era Lampard.
“Sejujurnya, dia [Lampard] tidak seperti [Antonio] Conte atau seseorang yang, ketika Anda kalah, orang itu akan meneriaki Anda,” ucap Rudiger, Kamis (6/8).
“Lampard sedikit lebih pendiam dalam cara dia mengatakan sesuatu. Tapi yang paling penting adalah dia langsung pada intinya, dan dia melakukannya.”
“Kami semua sudah dewasa dan semua orang bisa mendengar apa yang dikatakan pelatih. Saya pikir dia menghadapi tekanan itu dengan baik dan membuat kami tetap hidup. Bahkan, jika itu baik atau buruk, dia selalu membuat kami tetap hidup.”
“Bagi saya, ini tentang bagaimana hubungan antarmanusia. Bukan hanya karena seseorang memenangkan gelar. Tentu, itu bisa membantu karena dia adalah pelatih yang berpikiran terbuka dan Anda dapat bertanya kepadanya tentang saat-saat ketika dia bermain.”
“Dia tahu tekanan dan apa yang ingin dilihat orang-orang di klub ini. Dia tahu tentang pertandingan, tekanan, final, dan segalanya,” pungkasnya.
Chelsea masih harus menyelesaikan musim ini, yakni saat menghadapi Bayern Munich pada leg kedua babak 16 besar [agregat 0-3] di Stadion Allianz, Sabtu (9/8) dini hari WIB.